Selamat Datang di Website Resmi Desa Kersoharjo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi

Artikel

SEJARAH DESA KERSOHARJO

06 Desember 2022 09:31:49  Administrator  335 Kali Dibaca 

        Berawal dari Mbah Somo Kadut, ayah dari keluarga  Mbah Kerto Sedono  dan beberapa keluarga lain, Keluarga tersebut tinggal di wilayah Galoh dekat punden Kendil Marico, kelompok rumah tangga tersebut tinggal di  wilayah utara tepi sungai madiun. Mbah Bridis, Mbah Kerto Mbaluk, Mbah Iro Dikromo, dan beberapa keluarga lain, kelompok rumah tanga tersebut tinggal di  dekat punden Tunggul Nogo, wilayah timur  tepi sungai Madiun.

      Mbah Darmo, Mbah Kartorejo Kasimin Putra  dari  Mbah Iro dikromo  dan beberapa keluarga lain, kelompok rumah tangga tersebut tinggal di sekitar sendang Bangunrejo wilayah barat ditepi kali Laban. Mbah Colowuk, mbah Ikun dan beberapa keluarga lain, kelompok rumah tangga tersebut tinggal di  sekitar sendang Bandung, wilayah timur tepi sungai madiun.

        Dengan  perkembangan dari ketujuh keluarga besar tersebut akhirnya punya keinginan untuk membuat sebuah desa, pada saat itu yang terpilih menjadi  lurah adalah mbah Gembong , saudara  mbah Sosedono dan Cariknya bernama Sosedono adik dari mbah Gembong , Lurah mbah Gembong mempunyai tiga wilayah dusun yaitu dusun Galoh mbah Sorejo ,dusun Tunggul  Mbah Ikun yang berdomisili di Bandung,  dusun Bangoan mbah Kartorejo Kasimin  anak dari mbah Irodikromo. lurah mbah Gembong menjabat sampai   tahun 1932 dan saat itu berdomisili diwilayah Galoh.

        Beberapa tahun kemudian dengan terbentuknya wilayah kelurahan Galoh, maka Keluarga Mbah Kung dan beberapa keluarga lain yang tinggal di wilayah Kranggan, mbah Mo dan beberapa keluarga lain yang tinggal di Pencol , mbah Lono dan beberapa keluarga lain yang tinggal diwilayah selatan paling Timur tepi Sungai Madiun, dari beberapa keluarga tersebut akhirnya  berniat untuk membuat  sebuah desa, dan pada  saat itu yang terpilih menjadi lurah adalah mbah Kung dan istrinya (Mbah Ibu)  dan Cariknya   mbah Karso Dikromo anak mantu dari mbah Kung, suami dari anaknya yang bernama mbah Tarminah, Lurah mbah Kung  menjabat sampai tahun 1932 dan saat itu berdomosili  diwilayah Kranggan.

         Mbah Kung adalah  orang  pelarian perang penjajahan Belanda  dari Jogja, bersama temannya yang bernama mbah Palgunadi dan istrinya, namun  mbah Palgunadi meninggalkan desa ini untuk kembali berangkat perang  dan menitipkan istrinya di keluarga mbah Mo ayah dari mbah Midah yang lokasinya di wilayah pencol  dekat Kuburan , wilayah paling Timur tepi Sungai Madiun. Setelah puluhan tahun lamanya  beliau kembali menengok Istrinya dan kondisinya masih hidup dan sehat, karena  senangnya mbah Palgunadi berpendapat kalau istrinya telah direkso (di jaga) sehingga selamat dan masih hidup, atas kemauan masyarakat  untuk menjaganya, akhirnya  beliau memberi nama wilayah kranggan menjadi kerso (kemauan),  karena desa Kerso pada waktu itu kondisi perekonomian masyarakatnya sangat sulit maka mbah Palgunadi  ingin menambah nama harjo (kesejahteraan) menjadi  Kersoharjo yang maknanya kurang lebih  Kemauan untuk Kesejahteraan.

        Nama Kersoharjo tersebut disampaikan oleh mbah Palgunadi kepada lurah  terpilih dari tahun 1932 yaitu  mbah Podikromo Kasimun  anak dari mbah Iro Dikromo , sistim pilihannya dengan cara tek-tek glatek (pemilih berbaris di belakang calon lurah) dengan jumlah penduduk 228 jiwa. Lurah mbah Podikromo Kasimun bertekat dan bertanggung jawab menyatukan masyarakatnya dari penggabungan dua wilayah yaitu masyarakat dari  lurah  mbah gembong  yang wilayahnya galoh, bangoan  dan tunggul , serta masyarakat dari lurah mbah Kung yang wilayahnya Kranggan Lor (Utara) dan Kidul (Selatan), dan atas permintaan mbah Palgunadi Kranggan dirubah menjadi  Kerso dan di pisah menjadi dua wilayah kamituwan yaitu Kerso Lor dan Kerso Kidul, setelah beberapa tahun menjabat  lurah desa yang dipimpinya adalah Desa Kersoharjo. mbah Palgunadi meninggal di Kerso lor dan dimakamkan di makam Pencol .

         Dalam perjalanan saat menjabat sebagai Lurah Kersoharjo mbah Podikromo Kasimun yang dibantu Cariknya yang bernama  Muh Muslim Kusni,  Mulai tahun 1945 sampai 1960 Lurah Mbah Podikromo Kasimun mengambil kebijakan untuk membagi  tanah- tanah yang menjadi wilayahnya agar menjadi hak milik warga masyarakatnya dan dicatat di buku C desa, namun dalam prosesnya masih banyak perubahan, Bagi masyarakat yang sudah mempunyai tanah darat akan mendapat bagian tanah sawah dengan syarat mau melaksanakan kerja bakti yang diperintahkan oleh kepala desa atas perintah Onder (Camat) dan Bupati (Kanjeng). Kemudian tanah-tanah tersebut ditetapkan oleh pemerintah Pada tahun 1960  dan diberi SK Gogol,  Semenjak SK Gogol terbit maka tanah sawah tersebut menjadi hak milik tetap. Masa jabatan beliau berakhir tahun 1969.

        Pada akhir tahun 1969 desa Kersoharjo melaksanakan Pilihan Lurah berikutnya yang terpilih  Mbah Kusno wijoto anak dari Mbah salimin menjabat dari tahun 1971. Sistim pemilihan dengan cara memasukkan biting kedalam kotak biting bakal calon masing-masing. Dengan jumlah penduduk 2.991 jiwa dan  karena Undang-ungang baru maka masa jabatan beliau berakhir pada tahun 1993,   periode berikutnya ikut mencalonkan lagi dan terpilih kembali, sistim pemilihan mencoblos tanda gambar  pada kartu suara , dengan jumlah penduduk  3.234 jiwa, atas kepemimpinan beliau untuk periode selanjutnya desa kersoharjo  mulai tertata dan teratur  perekonomiannya. Para petaninya sudah berpikir maju banyak petani yang membuat sumur patok untuk mengairi sawahnya , karena sebelumnya para petani hanya mengandalkan air hujan, saat itu desa Kersoharjo terkenal dengan nama tadah hujan. Dengan (kemauan) yang kuat maka berangsur- angsur kehidupan para petani mulai mapan (sejahtera). Masajabatan mbah Kusnowijoto berakhir tahun 1999.

        Pada akhir tahun 2000 desa Kersoharjo melaksanakan pemilihan kepala desa yang di ikuti oleh 2 (dua) calon,  diantaranya  1. Edi Mulyono, 2 Musi winantulenti dan yang memper oleh suara terbanyak adalah Sdr. Edimulyono dan dilantik menjadi kepala desa periode tahun 2000-2015  dengan jumlah penduduk 3. 422 jiwa masa jabatan 6 tahun,  atas kemimpinan beliau difokuskan ke pembangunan fisik untuk menunjang perkembangan perekonomian masyarakatkannya dan berakhir masa jabatan pada tahun 2006, periode berikutnya terpilih kembali periode  tahun 2007  dengan jumlah penduduk 3. 627 jiwa,  pada periode kedua ini  tetap di fokuskan pada pembangunan inpra struktur talut jalan, masa jabatan beliau berakir pada tahun 2013.

        Pada pertengahan tahun 2013 Desa Kersoharjo melaksanaka pemilihan kepala desa yang di ikuti oleh 3 (tiga calon)  diantaranya 1. Drs. Siswadi MH, 2. Drs. Ratnaningsih, 3. Diki dari ketiga calon tersebut yang memperoleh suara terbanyak adalah sdr. Drs. Siswadi MH.  Dan dilantik menjadi kepaladesa kersoharjo periode tahun 2014-2019 umlah penduduk 3.729 jiwa. Sampai Sekarang atas Kepemimpinannya difokuskan tertip atministrasi dan melanjutkan pembangunan fisik  Jalan papingi sasi sampai sekarang.

Sumber informasi:

1, Mbah Darmotoso, Galoh

2, Mbah Rasimun, Kerso II

Di Susun Oleh : SUGIANTO

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

29 Juli 2013 | 2.045 Kali
Kontak Kami
29 Juli 2013 | 401 Kali
Profil Desa
24 Agustus 2016 | 401 Kali
Data Desa
29 Juli 2013 | 396 Kali
Badan Permusyawaratan Desa
07 November 2014 | 359 Kali
Pemerintahan Desa
06 Desember 2022 | 335 Kali
SEJARAH DESA KERSOHARJO
06 Desember 2022 | 286 Kali
PEMERINTAH DESA KERSOHARJO
06 Desember 2022 | 215 Kali
VISI DAN MISI
06 Desember 2022 | 249 Kali
WILAYAH DESA KERSOHARJO
06 Desember 2022 | 335 Kali
SEJARAH DESA KERSOHARJO
29 Juli 2013 | 401 Kali
Profil Desa
28 November 2022 | 159 Kali
PEMBERIAN PMT PENANGGULANGAN KURANG GIZI
30 April 2014 | 191 Kali
Karang Taruna
24 Agustus 2016 | 245 Kali
PERDES PHBS

 Agenda

 Sinergi Program

 Aparatur Desa

Back Next

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor